Jangan pernah memperlebar luka bekas gigitan karena dapat menyebabkan infeksi dan trauma pada korban. Juga jangan pernah menghisap darah dari bekas luka patukan. Selain beresiko jika ada luka pada mulut penolong juga tidak terlalu efektif dalam mengurangi jumlah bisa yang masuk.
Penting untuk meyakinkan korban bahwa kemungkinan selamatnya tinggi karena telah banyak antivenom di rumah sakit.
Jangan pernah izinkan pasien untuk meminum alcohol. Segera bawa ke rumah sakit atau puskesmas terdekat. Informasikan kepada dokter mengenai penyakit yang diderita pasien jika diketahui seperti asma dan alergi pada obat-obatan tertentu, atau pemberian antivenom sebelumnya. Ini penting agar dokter dapat memperkirakan kemungkinan adanya reaksi dari pemberian antivenom selanjutnya.
Kenali jenis ular yang mematuk. Apabila anda ragu dan agar lebih amannya maka bunuhlah ular yang mematuk agar hasil identifikasi lebih positif. Hal ini penting untuk menentukan pemberian antivenom yang monovalent, sehingga efeknya lebih tepat dan cepat. Jika tidak pun tidak apa-apa, sebab ada antivenom polyvalent yang dapat menetralisir bisa dari berbagai jenis ular.
Ular memiliki pantangan dan paling anti dengan garam dapur, minyak tanah, dan binatang peliharaan berkuku tajam seperti kucing, anjing, atau burung hantu.
Kunjungan Pertama sahabat Sukses selalu Untuk Blog anda Semoga Blog Ini Bisa Menyediakan Konten Artikel Pilihan Bagi Para Pembacanya
BalasHapus