
Pengurangan Kuota Haji Indonesia sampai 2016
Soppeng News--Renovasi Masjidilharam berjalan secara besar-besaran hingga 2016. Dengan begitu, pemangkasan kuota haji sebesar 20 persen juga diterapkan hingga 2016. Dampak untuk Indonesia, antrean jemaah haji kian mengular.Hal ini dipaparkan Wakil Menteri Haji Kerajaan Arab Saudi Hatim Bin Hasan Qadi usai menemui rombongan Menteri Agama Suryadharma Ali di Mekah, kemarin. Hatim mengatakan, konsekuensi pemotongan kuota ini tidak bisa dihindarkan hingga renovasi rampung.
Belum ada gambaran kuota baru jemaah haji untuk 2017 nanti, walau nanti setelah selesai, Masjidilharam kembali normal dan lebih luas. Selain memaparkan urusan program renovasi tadi, Hatim mengatakan usulan dispensasi pemangkasan kuota haji Indonesia dari 20 persen menjadi 10 persen resmi ditolak.
Untuk kompensasi potensi kerugian pemerintah Indonesia sebesar Rp800 miliar akibat pemangkasan kuota itu, kerajaan Arab Saudi belum menentukan sikap. "Masih harus kita bicarakan di internal pemerintah (Arab Saudi, red) dulu," kata dia.
Menag Suryadharma mengatakan pemerintah Indonesia saat tidak terlalu berharap tentang kuota tadi. "Sebab sikap Arab Saudi sudah tegas," katanya.
Sebagai gantinya, dia mengatakan pemerintah mendesak pihak Saudi memberi kompensasi kerugian Indonesia. "Potential loss muncul mulai dari sewa pemondokan, tiket penerbangan, katering, dan sebagainya," ujarnya.
"Diperkirakan pembangunan (perluasan) masjidilharam baru selesai tiga tahun. Awalnya pihak Kerajaan Arab Saudi menargetkan selesai dalam satu tahun, ternyata meleset. Untuk itu pemerintah Arab Saudi telah meminta maaf.
Kelak jika perluasan Masjidil Haram rampung, kapasitasnya akan bertambah jauh lebih banyak dari sebelumnya. Sebelum renovasi, kapasitas Masjidil Haram untuk tawaf maksimal 48.000 per jam. Saat ini, sisa 22 ribu per jam. Tapi begitu renovasi rampung, kapasitasnya bisa sampai 105 jemaah per jam.
Menanggapi permintaan pemerintah Indonesia, Menteri Penerangan Kerajaan Arab Saudi Abdul Aziz bin Muhiddin Khoja menegaskan janjinya untuk menambah kuota haji Indonesia. Penambahan itu baru akan terwujud pada 2017, setelah perluasan Masjidil Haram tuntas.
"Pemerintah Indonesia bisa melihat sendiri bagaimana perluasan Masjidil Haram berlangsung yang mengakibatkan jumlah jamaah tawaf lebih sedikit," kata Khoja.
Secara normal, ia jelaskan, jumlah jamaah yang tawaf bisa mencapai 48 ribu per jam untuk di lantai satu Masjidil Haram. Namun, proyek yang memakan tempat di sisi utara, barat laut, dan timur laut, Kabah membuat lintasan tawaf sempit."